Animasi berasal dari kata Animation yang dalam bahasa Inggris to animate yang berarti menggerakan. Animasi juga berasal dari bahasa yunani “anima” yang berati hidup. Makna
harfiah dari animasi adalah memberikan kehidupan atau sifat mahluk hidup
pada benda mati. Contohnya sebuah benda yang mati, lalu digerakkan melalui perubahan sedikit demi sedikit dan teratur sehingga memberikan kesan hidup.
Animasi sudah dikenal sejak tahun 1940-an. Dengan teknologi yang
masih sederhana pada waktu itu, Walt Disney antara lain memproduksi
film-film masterpiece seperti Pinocchio dan Snow White. Dalam animasi
bukan teknologinya yang terpenting, tetapi justru tenaga
kerjanya (animator). Seorang animator harus memiliki kemampuan
menggambar. Hal ini karena seorang animator dituntut mampu
menterjemahkan sesuatu dalam pikiran menjadi wujud visual berupa gambar
animasi.
Sejak jaman purbakala, kemajuan peradaban manusia dapat diukur dari
tingkat kebudayaannya. Semula, karya-karya seni yang telah diciptakan
manusia mengambil inspirasi dari alam lingkungan sekitarnya. Sebagai
contoh, misalnya pahatan-pahatan pada candi atau lukisan-lukisan pada
goa-goa di Eropa. Namun, lukisan maupun pahatan tersebut masih membatasi daya kreasi
mereka. Yang dapat diungkapkan adalah sebuah posisi diam dan tak
bergerak dari objek yang mereka ciptakan. Jika mereka
ingin mengungkapkan seekor kuda yang berlari kencang lalu melompat yang
dilukis atau dipahat hanya salah satu dari rangkaian gerak tersebut.
Bagaimana kuda tersebut sebelum atau sesudah melompat tidak dapat
diungkapkan dalam suatu rangkaian gerak. Tidak lama sesudah gambar hidup
(motion picture) ditemukan film animasipun diperkenalkan.
Dimulai dari film animasi sederhana ‘korek api’ buatan Emile Kohl dari
Perancis hingga ‘Gerty The Dinosaur’ yang dibuat oleh Winsor Mc Coy pada
tahun 1914. Sejak saat itu animasi mulai mendapat tempat di hati
masyarakat. Kehadiran Walt Disney bersama Mickey, Donald dan sebagainya,
disertai pula dengan maraknya tokoh-tokoh animasi dari Eropa dan
Jepang, maka saat ini kehadiran film bagi manusia sudah merupakan
suatu kebutuhan. Maka, lahirlah sebuah seni baru yaitu animasi. Seni
animasi tidak sama dengan seni lukis. Untuk menjadi seniman animasi atau
animator, tidak semata-mata dibutuhkan kemampuan menggambar yang baik,
namun juga harus menguasai seni peran, penguasaan gerak dan teori-teori
animasi agar hasil karyanya tampak baik dan mengesankan.
Pada tahun 1824 ditemukan sebuah alat bernama “Thaumatrope” di Eropa. Cara memainkannya adalah dengan dipilin. Pada tahun 1877, sebuah alat yang dinamakan Praxinoscope dikenalkan oleh Emile raynaud. Cara memainkannya dengan diputar.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar